Kaulah anak panah yang melesat hilang
dihanyutkan angin tiupan
seperti perantau lupa pulang dari ngembara ke negeri seberang
ingatan asing akan wajah perempuan dan halaman
barangkali telah penuh garis keriput di bawah mata kini
dedaun kering berguguran menutupi taman
tapi perempuan selalu pandai merawat kenangan dan angan angan
sedang bagai mawar lelaki menancapkan duri pada jejari
Akulah sasaran panah yang lengang
merayu malam antarkanmu masuki taman mimpi
atau sebagai siluet saat setengah sadarku
tapi sampai pagi hanya terhunus belati sepi
sebagai perempuan penanti
lelap tanpa warna
menuai kecewa
dicabik amuk luka!
harapku pekat kental bagai darah
berangsur angsur lebam membeku
tak pernah kau datang untukku
hingga hari lalu
mempermalukanku
Pabila kau datang suatu waktu
sayang,
aku tak lagi punya taman bagimu
hanya jurang menantang
2007

